Perjalanan terus kami lanjutkan

“Yo ayo, tinggal dua belokan lagi.”

“Haha bener tinggal dua belokan, yo semangat.”

“Belokan ke kanan trus ke kiri, wis sampai puncak.”

“Kalo ada belokan ke atas, aku nggak ikut. Hahaha”

Perjalanan terus kami lanjutkan. Tadinya sepuluh menit jalan lima menit istirahat, sekarang ritmenya berganti. Lima menit jalan, sepuluh menit berhenti dan berbincang.

Begitulah kalau mendaki banyak orang. Harus menghargai satu sama lain. Harus menunggu dan harus mau mengerti.

Mungkin kawanan lain memilih untuk membagi menjadi tim kecil. Sehigga dua belas ini dibagi menjadi tiga tim misalnya. Namun tidak bagi kami. Kami lebih memilih untuk berjalan bersama.

“Santai, kita tidak perlu buru buru sampai puncak. Kalau sampai puncak hanya untuk memasang tenda, makan kemudian tidur, maka mending kita jalan pelan pelan. Lebih banyak harapan dan masa depan yang kita bangun di perjalanan, ketimbang hanya tidur di puncak gunung.”

“Cocok mas, santai, puncak nggak pergi kok.”

Mas Wahyu memang paling jago kalau urusan mengambil kebijakan. Di antara kami, dia lah yang pertama kali mendaki gunung. Kami,  hanya makhluk yang suka ikut ikutan saja

#D50 #onedayonepost #odopbatch5 #tantangancerbungpart6

Tito Tito

Ada terlalu banyak informasi di Internet. Noona berusaha merangkumnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *