Kami memang tidak pernah memaksanya untuk bergabung

Meskipun para Doa Ibu itu ada tiga belas, tetapi ada satu yang memang tidak pernah ikut kami mendaki gunung. Kami memang tidak pernah memaksanya untuk bergabung, dan itu bukan sebuah masalah bagi kami.

Mendaki gunung bukan hanya membutuhkan kekuatan fisik untuk berjalan atau kekuatan untuk menghadapi berbagai hal di dalam perjalanan. Namun ada satu hal yang selalu kita butuhkan, yaitu restu dari orang  tua.

Jika Bapak atau Ibu tidak menginjinkan untuk mendaki gunung, maka tidak ada rumusnya untuk berangkat. Sekalipun dia memaksa, kami tidak akan mau mengijinkan, pun kami juga tidak akan pernah memaksanya.

Rohmawan memang tidak pernah ikut mendaki gunung, tetap itu bukan sebuah penghalang untuk tetap berhubungan baik. Meski tidak bersama di atas awan, kami tetap bisa berkumpul di daratan.

Karena namanya saja sudah Doa Ibu, maka sudah pasti kami harus menghargai itu,

#D54 #onedayonepost #odopbatch5 #tantangan cerbung5

 

“Mas, kalau lagi dapet bulanan boleh ikut nggak sih.”

“Wah jangan mi, takut ada apa apa nanti.”

“Ada apa apa gimana dah?”

“Nek sakit, kan bisa berabe mi. Kita tunda aja.”

“Wahh nggak enak sama temen temen.”

“Nggak papa, santai. Ibuk udah ngijinin emang?”

“Belum.hehe.”

“Ndamau, kalau belum dapet bukti ijin aku gamau ngajak.”

Itu percakapan dulu, waktu mau naik gunung yang sebelumnya. Umi selalu ingin naik gunung, tetapi belum berani untuk izin ke orang tuanya. Dan kami tidak akan mengizinkannya untuk ikut sebelum benar benar mendapatkan  izin.

Namanya saja Doa Ibu, kuliah minta doa restu, masak iya naik gunung tidak minta doa restu.

Naik gunung sebenarnya kan perjalanan biasa ya, tapi entah kenapa, bagi kami itu spesial, meski tanpa telur.hehe

#D55 #onedayonepost #odopbatch5 #tantangancerbungpart11

Tito Tito

Ada terlalu banyak informasi di Internet. Noona berusaha merangkumnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *