Beruntung perjalanan kami menuju Basecamp Andong

“Pak, panci sudah bawa?”

“Oh iya belum, kita balik dulu.”

Piye lhoo Pak.”

Temanku Tri Mardani memang sering lupa. Beruntung perjalanan kami menuju Basecamp Andong belum seberapa jauh dari rumahnya. Akhirnya Pak TM (panggilan kami untuknya) kembali ke rumah, dan kami menunggu di mini Market. Jika kalian berkenalan dengannya, mungkin akan tertawa sejak pandangan pertama. Orangnya lucu.

Hari Sabtu itu kami mewujudkan rencana mendaki Gunung Andong. Tiada persiapan yang istimewa. Semua persiapan serba mendadak. Bahkan tidak ada perencanaan khusus untuk perjalanan ini. Jadi, wajar jika Pak TM lupa membawa panci. Itu alasan saja sebenarnya, aslinya memang lupa, sebelumnya sudah kami ingatkan.

Pak TM adalah sosok yang paling sering menjadi pelopor mendaki. Meski lebih tepat disebut tukang wacana. Kau tahu alasannya kenapa rajin sekali mengajak mendaki gunung?

“Disitu aku merasa lebih galau daripada sekedar pujangga. Tapi susah menuangkannya ke tulisan atau syair indah. Disitu aku bisa lebih baper dari prasangka wanita.”

Itu katanya. Di antara kami bertiga belas, hanya dia satu satunya orang yang paling sulit dipahami kalimatnya. Buku bacaannya sejenis Gibran, lagu yang didengarkan Sudjiwo Tedjo, sempurna bukan? Sempurna kami tidak akan memahaminya.

Perjalanan akhirnya kami lanjutkan. Perjalanan dua jam itu tidak terasa melelahkan. Jalanan antara Boyolali hingga Salatiga sudah tidak asing lagi bagi kami. Ini untuk ketiga kalinya aku mendaki gunung Andong. Masih ingatkah kau, bukan puncak tujuan kami. Namun perjalanannya.

Sesampainya di Basecamp kami selalu saja tidak langsung berjalan, tetapi istirahat terlebih dahulu. Dan kau tahu? Pak TM tetap saja berceloteh dengan gayanya.

“ Muncak. Adalah bagaimana aku bisa merelakan semua lelahku dan merelakannya untukmu. Muncak. Adalah seberapa berani merahasiakan jalanan yang gelap dibawah hamparan sinar bulan dan bintang yang terus berhamburan.”

Ah bagi kami, kata kata itu hanya angin lalu. Kami akan melupakannya sedetik kemudian.

#D46 #onedayonepost #odopbatch5 #tantangancerbungpart2

Tito Tito

Ada terlalu banyak informasi di Internet. Noona berusaha merangkumnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *